Sejarah Singkat Hari Pahlawan 10 November, Bermula dari Pertempuran Sengit di Kota Surabaya

Sejarah Singkat Hari Pahlawan 10 November, Bermula dari Pertempuran Sengit di Kota Surabaya
Artikel

Hari Pahlawan 2021


TOKOHWANITA.COM — Tanggal 10 November 2021 diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. Peringatan Hari Pahlawan sesuai Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 mengenai Beberapa hari Nasional.”

Tiap tahun bangsa Indonesia mengingati hari nasional itu untuk kenang kembali jasa beberapa pahlawan yang sudah gugur demi mempertahankan kemerdekaan Negara Indonesia.

 

10 November Sebagai Salah Satu Hari Nasional

Tanggal 10 November diperingati sebagai hari nasional untuk kenang kembali perjuangan rakyat Indonesia, terutamanya rakyat Surabaya yang turut serta dalam pertarungan sengit di kota Surabaya.

Pertarungan di Surabaya sebagai perang pertama kali yang meledak sesudah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Pertarungan ini, mengikutsertakan pasukan Indonesia dengan pasukan Inggris dan sebagai salah satunya pertarungan paling besar, paling berat, paling kejam dalam riwayat sejarah Revolusi Nasional Indonesia. Pertarungan Surabaya jadi lambang nasional perlawanan Indonesia pada kolonialisme.

 

Isi Teks Proklamasi

"Proklamasi. Kami, bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal2 yang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja. Djakarta, 17-8-'05. Wakil2 bangsa Indonesia."
Teks Proklamasi
  • Bunyi Teks Proklamasi versi ditulis tangan di atas berbunyi:
"Proklamasi.

Kami, bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal2 yang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan 
tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, 17-8-'05.
Wakil2 bangsa Indonesia."
  • Bunyi Teks Proklamasi versi yang telah diketik berbunyi:
"Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan 
dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahun 05.
Atas Nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta”

 

Pertama kali meledak pertarungan di Kota Surabaya


Riwayat Hari Pahlawan bermula dari pertarungan yang terjadi di antara rakyat Kota Surabaya dengan pasukan Inggris yang bermula dari benturan membawa senjata.

Baca Juga:  Informasi Lowongan Kerja Online atau Offline di Daerah Gayo Lues Terbaru

Walau genjatan senjata telah diberi tanda tangan pada 29 Oktober 1945, benturan masih terus terjadi.

 

Terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby

Pucuk dari benturan itu terjadi saat Brigadir Jenderal Mallaby yang disebut pimpinan tentara Inggris meninggal pada tanggal 30 Oktober 1945.

Peristiwa ini memacu amarah Inggris hingga memberi peringatan ke Indonesia untuk memberikan persenjataan dan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA.

Peringatan itu dikeluarkan oleh Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh yang menggantikan posisi Jenderal Mallaby pada tanggal 10 November 1945.

Kemudian, pasukan senjata Inggris juga memberikan ancaman akan mendobrak Kota Surabaya dari beragam faktor, yakni dari darat, laut, dan udara, bila rakyat Indonesia tidak mematuhi peringatan itu.

 

Perlawanan rakyat Surabaya pada pasukan Inggris


Tentara Inggris keluarkan perintah yang minta semua pimpinan bangsa Indonesia dan beberapa pemuda di Surabaya harus tiba selambatnya pada tanggal 10 November 1945, jam 06.00 pagi di lokasi yang sudah ditetapkan.

Bukannya mematuhi peringatan, rakyat Kota Surabaya memutuskan untuk mengabaikannya. Hingga meledaklah pertarungan yang paling hebat di Kota Surabaya.

 

10 November 1945

Pertarungan itu terjadi di Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Pertarungan itu berjalan sepanjang lebih kurang dari tiga minggu.

Medan perang Surabaya memperoleh panggilan medan “neraka”. Karena pertarungan itu benar-benar hebat dan sengit. Kerugian yang ada sangatlah besar yang diakibatkan oleh peperangan tersebut.

Sekitar 20.000 rakyat di Kota Surabaya yang mayoritas masyarakat sipil menjadi korban pertarungan itu. Darah berserakan di mana-mana, bangunan-bangunan masyarakat diruntuhkan.

Sedangkan dari faksi Inggris, kurang lebih sekitar 1.600 tentara meninggal, lenyap, dan beberapa ada yang hanya luka-luka. Beberapa puluh perlengkapan perang hancur dan remuk. Disamping itu, diprediksi sekitar 150.000 orang mau tak mau harus pergi tinggalkan Kota Surabaya.

Baca Juga:  Informasi Lowongan Kerja Online atau Offline di Daerah Gunungsitoli Terbaru

Banyaknya korban yang gugur serta perjuangan rakyat Kota Surabaya yang tidak kenal menyerah membuat tentara Inggris serasa terpanggang di Neraka.

Perihal ini pula, yang selanjutnya membuat Kota Surabaya dikenali sebagai Kota Pahlawan. Dan pada tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *