Nasab Ustadzah Halimah Alaydrus

ustadzah halimah alaydrus biodata

tokohwanita.com – Ustadzah Halimah Alaydrus binti Usman bin Abdullah bin Husain Alaydrus. Syarifah yang dikenal masyarakat Indonesia sebagai ustadzah yang mampu menyampaikan pesan dengan baik dan menyentuh seluruh pendengarnya. Majelis, kajian dan seminarnya selalu diminati oleh para muslimah Indonesia.

Nasab Ustadzah Halimah Alaydrus

Nasab Ustadzah Halimah Alaydrus dari Ayah : Ustadzah Halimah Alaydrus binti Usman bin Abdullah bin Husain Alaydrus.

Nasab Ustadzah Halimah Alaydrus dari Ibu : Syarifah Nur Assegaf merupakan sosok yang sangat sederhana yang sangat berperan dalam kehidupan Syarifah Halimah Alaydrus.

Biografi Singkat

Beliau lahir di Indramayu, 2 April 1979 dari pasangan yang mengutamakan dan sangat mementingkan nilai-nilai agama, yaitu Utsman Alaydrus dan Nur Assegaf. Nasabnya tersambung dengan Rasulullah SAW dan tercatat dalam Rabithah Alawiyah.

Sang ayah, Utsman Alaydrus memiliki peran penting dalam hidupnya. Salah satu nasihat sang Ayah yang selalu beliau jadikan pedoman, “Nasib manusia dipegang oleh Allah SWT, jika kamu ingin baik di masa depan jangan jauh dari Allah”. Sang Ayah merupakan sosok yang sangat mencintai ulama dan senang mempelajari ayat – ayat Al-Qur’an. Beliau seringkali memanggil putra-putrinya ketika ada ulama untuk didoakan, termasuk Ustadzah Halimah Alaydrus.

Sementara sang Ibu, Syarifah Nur Assegaf merupakan sosok yang sangat sederhana yang sangat berperan dalam kehidupan Syarifah Halimah Alaydrus. Keinginan beliau sangat sederhana, ingin putra putrinya mendoakan beliau saat beliau tiada.

Nasihat Ustadzah Halimah Alaydrus

Berikut beberapa pesan Ustadzah Halimah Alaydrus pada kita semua:

  • Sayangi hatimu, jangan biarkan dendam dan kebencian mengotorinya. Lebih baik kau penuhi ia dengan cinta, kepada Allah, Rosul dan semua hamba-Nya.
  • Allah menginginkanmu sukses di masa mendatang, maka Dia mendatangkan segala rintangan untuk kau lalui dan air mata untuk kau jalani. Sehingga saat kau tiba di puncak, kau bersyukur dan paham bahwa tak ada perjuangan yang sia-sia dan tak ada puncak kecuali bagi yang mau mendaki.
  • Sebaik apapun dirimu, past ada saja yang tidak suka. Seburuk apapun dirimu, pasti ada yang sayang.
  • Mendekatlah kepada Sang Cahaya, agar dirimu berada dalam sisi terang kehidupan.
  • Kamu akan lelah terus jika dalam hidup ini terus berusaha memiliki yang tidak pernah tertulis menjadi milikmu,
  • Yang tinggi akan terlihat tanpa harus meninggi-ninggikan diri atau merendahkan yang lain
  • Nabi Muhammad adalah hadiah terindah yang Allah karuniakan dalam hidup kita, umatnya. Jangan mau jauh-jauh darinya.
  • Ketika cinta manusia berpaling darimu, itu adalah cara Allah untuk mengenalkan kepadamu cinta-Nya yang utuh.
  • Bukan ‘dimana’ kamu menjadi mulia, tapi ‘lagi apa’ disitulah letak masalahnya. Jika taat yang kau jalani, tempat manapun akan jadi saksi kebaikanmu.
  • Kalau ada orang yang mencacimu, jangan marah. Dengarkan! Bisa jadi itu cara Allah mengajarkan kepadamu tetang kekuranganmu.
  • Bagaimana mungkin kau bertujuan selain Allah padahal kau tahu bahagia sengsaramu dalam titah-Nya, nasib hidup dan matimu dalam genggaman-Nya.
Baca Juga:  Biografi Ning Dhomirotul Firdaus Lirboyo

Demikian nasab singkat Ustadzah Halimah Alaydrus. Semoga bermanfaat.

Kunjungi staplesbusiness.xyz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *